Jumat, 24 Mei 2013

5 Juni - Hari Lingkungan Hidup Se-Dunia


Hari Lingkungan Hidup Se-Dunia (World Environment Day) diperingati setiap tanggal 5 Juni. Tema untuk perayaan Hari Lingkungan Hidup Se-Dunia tahun ini adalah Think-Eat-Save. Think-Eat-Save adalah suatu bentuk kampanye untuk mengurangi limbah pangan (food waste) yang digagas oleh UNEP (United Nation Environment Programme) yang merupakan bagian kerja dari Perserikatan Bangsa-Bangsa. 


Adapun alasan kenapa Think-Eat-Save menjadi tema peringatan Hari Lingkungan Hidup Se-Dunia tahun ini yaitu, menurut Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO), setiap tahun 1,3 miliar ton makanan yang terbuang. Hal ini setara dengan jumlah yang sama yang diproduksi di seluruh sub-Sahara Afrika. Pada saat yang sama, 1 dari setiap 7 orang di dunia kekurangan pangan dan lebih dari 20.000 anak-anak di bawah usia 5 tahun meninggal setiap hari karena kelaparan. Hal tersebut di atas terjadi mengingat adanya ketidakseimbangan besar dalam gaya hidup manusia saat ini yang kemudian berdampak  buruk terhadap lingkungan.

Tema - Think.Eat.Save - sangat diharapkan akan mendorong masyarakat dunia untuk menjadi lebih sadar akan dampak lingkungan akibat dari pilihan makanan yang diambil, serta mendorong untuk mengambil keputusan yang tepat. Keputusan yang tepat untuk memilih makanan yang memiliki dampak terkecil terhadap lingkungan, seperti makanan organik yang tidak menggunakan bahan kimia dalam proses produksi. Memilih untuk membeli bahan makanan lokal daripada makanan impor, yang berarti  membatasi emisi, karena mengurangi biaya transportasi dalam pendistribusiannya.


Makanan yang terbuang, itu berarti juga bahwa semua sumber daya dan input yang digunakan dalam memproduksi makanan tersebut juga ikut hilang. Produksi pangan global menggunakan 25% lahan dari seluruh lahan layak huni 70% konsumsi air tawar + 80% deforestasi (penebangan hutan untuk lahan tanaman pangan) + 30% emisi gas rumah kaca, semua berakhir sia-sia ketika kita membuang makanan.

Kampanye tahun ini mengajak masyarakat dunia untuk mengambil tindakan yang dimulai dari rumah masing-masing, sehingga dampak kolektif dari kegiatan ini diharapkan akan dapat mengurangi limbah makanan, menghemat uang, meminimalkan dampak lingkungan dari produksi pangan dan membuat proses produksi pangan  menjadi lebih efisien.

Sumber: www.thinkeatsave.org

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar